Thursday, July 26, 2012

Hati-hati Beras Palsu dari Plastik Buatan China Beredar

Hati-hati Beras Palsu dari Plastik Buatan China Beredar
April 5, 2012
Nampaknya masyarakat harus ekstra waspada dan hati-hati dalam memilih beras untuk dikonsumsi. Pasalnya, beras palsu yang terbuat dari limbah plasktik buatan China sudah mulai beredar di pasaran. Bisa jadi, beras palsu ini juga sudah masuk Indonesia.
Berdasarkan dari keterangan media Singapura, China sedang memproduksi beras palsu. Beras palsu ini sedang didistribusikan di kota CinaTaiyuan, di provinsi Shaanxi . Bahkan diindikasikan beras-beras tersebut juga diekspor.
Beras palsu ini terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa sehingga berbentuk menyerupai beras. Tidak hanya itu, produsen beras palsu ini juga menambahkan resin sintetis industri. Resin sintetis ini dikatakan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bisa memicu kanker.
Biaya produksi beras palsu yang rendah dikhawatirkan menarik pedagang grosir untuk menjualnya secara massal agar bisa meraih keuntungan lebih besar. Karenanya kewaspadaan konsumen harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban beras palsu ini.
Sekedar info,
Di tahun 2012 ini Indonesia impor beras dari Negeri Tirai Bambu, China sekitar 496,6 ton dengan nilai 1,8 jutadollar (Rp 16,2 miliar). Belum dipastikan apakah beras palsu ini sudah beredar di Indonesia atau belum.
Untuk membedakan antara beras palsu dengan beras asli sangat sulit saat masih mentah. Tapi setelah dimasak, beras palsu dapat dibedakan dengan beras asli dari rasanya. Beras palsu akan terasa keras dan kenyal atau serasa masih ada bagian yang mentah padahal proses memasaknya sama. Sedangkan beras asli lebih terasa empuk dan lembut saat di kunyah.
“Makan tiga mangkuk nasi palsu ini sama saja dengan makan satu kantong plastik,” kata salah seorang penjabat Restoran China Association . Menurutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait pabrik yang memproduksi beras palsu itu.
Sebelumnya, China juga dikabarkan telah membuat telur ayam palsu dari plastik. Bahkan terlur palsu ini juga sempat beredar di Indonesia. Apakah beras palsu ini juga akan beredar di Indonesia?
Meski kelihatannya belum beredar di Indonesia, ada baiknya jika Anda tetap waspada dalam membeli beras. Terutama beras impor yang harga jualnya murah.

Monday, July 16, 2012

Waspada! Ayam Berformalin Masih Beredar


Posted on July 15 2012 by WK ./ IM

Jelang bulan Ramadan masih ditemukan pedagang menjual daging ayam yang memakai formalin. Itu terlihat ketika Suku Dinas Peternakan dan Perikanan melakukan razia di dua pasar di Jakarta Selatan. Petugas Suku Dinas Peternakan dan Perikanan menemukan 4 kilogram daging ayam mengandung formalin.

Thursday, June 14, 2012

Tagihan Fiktif Telkomsel untuk kartu Halo

Bagi anda pemakai produk telkomsel bisa waspada dengan penggunaan kartu pasca bayar. entah system telkomsel yang ambradul atau ada kesengajaan oknum yang mencari mangsa untuk aksi ambil untung. Semua berjalan kadang ada yang terang2an dan ada yang samar. mungkin ada pelanggan telkomsel blm alami masalah,tapi sekali pelanggan terjerat oleh oknum,pastilah kerugian pelanggan tidak bisa ditoleransi. Siapa yang mau nanggung kesalahan kalau udah bilang  system komputer yang bekerja. Ini kan pembodohan namanya, la wong semua kan diinput oleh manusia. Kalau sampai  dibilang semua berjalan sesuai system itu namanya penipuan cara licik. Percaya lah, suatu saat kasus2 yang mirip akan menimpa pelanggan2 yang dipantau bisa jadi umpan. seperti yang disampaikan infonya dibawah ini :

sumber berita : disini 

Saya pelanggan Telkomsel pascabayar nomor 0811830xxx sejak 10 tahun lalu. Tiba-tiba pada Januari-Maret 2012 muncul tagihan yang berasal dari pengaktifan layanan Blackberry, tanggal 28 Desember 2011, di Grapari Telkomsel Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Padahal, tanggal 26 Desember 2011 sampai 3 Januari 2012 saya berada di bar kota.

Satu masalah belum selesai, lagi-lagi saya dikejutkan dengan tagihan SLI (IDD) pada tagihan Mei 2012, padahal kondisi nomor telepon untuk panggilan keluar sudah tidak dapat dilakukan per 1 April 2012. Berulang kali saya mencoba menghubungi Telkofnsel lewat Caroline (customer care online), tetapi tidak ada penyelesaian.

Pada tanggal 23 Februari 2012 dan 18 April 2012, saya mendatangi Grapari Telkomsel terdekat di Bogor, dilayani oleh Saudara Ridho. Ia hanya bisa mengumbar janji untuk menghubungi saya dalam waktu 7 x 24 jam. Tanggal 9 April 2012, sesuai saran petugas, saya ke Grapari Telkomsel Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, tetapi ternyata Grapari ini sudah tidak beroperasi lagi lebih dari setahun. Padahal, dalam tagihan Maret 2012 alamat tersebut masih tercantum.

Sempat pula saya minta untuk menonaktifkan layanan dengan memberikan nomor IMEI Blackberry suami, sesuai prosedur petugas Caroline, yang menggunakan provider lain. Namun, permasalahan masih menggantung. Bagaimana dengan pelanggan yang jumlah tagihannya besar sehingga tidak sadar adanya lonjakan tagihan? Seharusnya fungsi Grapari yang tersebar di mana-mana untuk mempermudah pelanggan, bukan hanya untuk menampung keluhan dan melempar pelanggan ke Grapari lain.

AMANDA C MANUSAMA Telaga Golf Blok Sawangan, Kota Depok